Jadwal | Hasil | Klasemen | Siaran TV

Gowes di Rejang Lebong, Ribuan Masyarakat Datang Berbondong-bondong

Gowes di Rejang Lebong, Ribuan Masyarakat Datang Berbondong-bondong

RIBUAN warga peserta 'Gowes Pesona Nusantara' berhasil mencapai finis setelah menempuh jalan penuh tanjakan mengelilingi Kota Rejang Lebong, Bengkulu, Sabtu (22/7).

Peserta yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat tampak antusias berkumpul sejak pagi di kota yang berada di jajaran Bukit Barisan itu.

Asisten Deputi Kepemudaan Kemenpora Drs. Sanusi membuka rangkaian kegiatan 'Ayo Berolahraga' ini didampingi Sekda Rejang Lebong RA Denny SH dan Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Henny Kurniati SE MM.

Sanusi mengaku  bangga melihat para peserta berhasil membuktikan ketangguhannya. "Masyarakat disini benar-benar sehat dan kuat," ujarnya.

Menurut Bupati Rejang Lebong Drs. HA. Hijazi yang hadir saat finis, bersepeda merupakan olahraga favorit masyarakat Rejang Lebong, "Mereka sering touring antarkabupaten bahkan keluar provinsi melalu jalan pegunungan. Mereka sudah biasa dengan tanjakan," ujar Bupati yang biasa mengajak masyarakat bershalawat sebelum memulai kegiatan.

Dengan adanya program ini masyarakat lebih bergairah untuk bersepeda. "Karena itu kami kini merencanakan sebuah event internasional bersepeda di gunung (mountain bike) melalui tempat-tempat wisata unik dan eksotik yang belum dikenal masyarakat luas karena masih tersembunyi di balik hutan lebat dan aksesnya masih sulit tapi akan segera kami bangun," ujarnya.

Menurut Hijazi yang baru satu setengah tahun menjabat Bupati, pamor Kabupaten Rejang Lebong selama ini menurun, padahal dulu sebelum ada Freeport di Papua, bangsa Indonesia mengenal Rejang Lebong sebagai daerah penghasil emas selain daerah Cikotok, Jawa Barat.

Bersamaan kegiatan Gowes, Bupati dan Asdep Sanusi juga dilakukan 'kick off' bola sepak takraw sebagai tanda peresmian kegiatan Gala Desa. Kegiatan yang menjadi ajang kompetisi berbagai cabang olahraga merupakan rangkaian dari program ‘Ayo Olahraga’ yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Sebelumnya Bupati bersama para tokoh adat 'Pat Pepulai' telah menyerahkan tanah dan air kepada tim touring GPN yang terus bergerak menuju Magelang, Jawa Tengah.

Ketua Badan Musyawarah Adat Rejang Lebong Herman Firnadi mengungkapkan tanah yang dibawa itu berasal dari tempat yang menjadi benteng Kerajaan Rejang Lebong bertahan menghadapi gempuran penjajah Belanda dulu.

Sedangkan airnya diambil dari mata air yang tersembunyi di balik hutan. Air yang sangat jernih itu dapat dikonsumsi para pejuang gerilya tanpa perlu dimasak, sehingga tidak ada yang menarik perhatian tentara Belanda.

Bupati dan para tokoh adat Rejang Lebong berharap berbagai kegiatan dari program 'Ayo Olahraga' Kemenpora dapat membangkitkan semangat masyarakat Rejang Lebong untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki, berupa SDM yang sehat, tempat-tempat pariwisata menarik yang tersembunyi dan sejarah panjang melawan penjajah yang ingin mengeksploitasi sumber emas di gunung-gunung Rejang Lebong.

Banner Sportanews

BACA JUGA